Jangan Sepelekan Keputihan, Ternyata Bisa Saja Gejala Infeksi!

Sumber Sehatq.com

Keputihan adalah lendir atau cairan yang berfungsi untuk melembapkan, membersihkan, dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Keputihan sering terjadi pada wanita. Tidak bisa dianggap sepele jika keputihan berwarna cokelat, kuning, bahkan kehijauan, bau yang menyengat, dan bisa disertai dengan gatal atau nyeri bisa menjadi tanda bahwa ada kondisi medis yang terjadi. 

Ada beberapa jenis keputihan yang bisa dialami wanita berdasarkan warna, yaitu:

  1. Keputihan berwarna hijau atau kuning, jika cairannya kental dan berupa gumpalan yang disertai bau tidak sedap, maka keputihan jenis ini tidak normal atau abnormal.
  2. Lendir atau cairan yang keluar tampak bening dan konsistensi encer kemungkinan sedang masa subuh, dan merupakan suatu yang normal.
  3. Jika berwarna cokelat atau berdarah selama menstruasi adalah suatu hal yang normal. Keputihan bisa berwarna cokelat pada akhir siklus menstruasi.
  4. Berwarna putih yang dIsertai rasa gatal dan tekstur seperti keju, maka bisa menjadi infeksi jamur dan keputihan tersebut tidak normal. Namun, jika cairan putih pada awal dan akhir menstruasi bisa dikatakan normal.

Cairan vagina yang terjadi pada sebagian kasus langka adalah tanda kanker. Umumnya gejala diikuti dengan lemas, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan. Tidak sedikit wanita merasa tidak nyaman ketika berhadapan dengan keputihan.

Ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi keputihan yang berlebihan. Berikut cara-cara tersebut:

  • Hindari produk pembersih alat kelamin wanita yang dapat mengakibatkan keseimbangan bakteri vagina. Lebih baik tanyakan pada dokter produk mana yang tepat.
  • Jagalah area genital untuk tetap bersih dan kering.
  • Hindari menggunakan wewangian.
  • Konsumsi suplemen yang yang menganduk Lactobacillus.
  • Hindari celana dalam yang ketat dan gunakan celana berbahan katun.
  • Setelah buang air kecil, bersihkan vagina dari depan ke belakang, supaya bakteri tidak masuk ke dalam bakteri.
  • Berendam pada air hangat untuk meringankan gejala, kemudian keringkan sampai bersih.
  • Hindari hubungan seksual terlebih dahulu.
  • Dianjurkan jangan memakai panty liner.
  • Segera temui dokter jika keputihan tidak normal berlangsung lebih dari seminggu, apalagi bila disertai gatal, luka, dan pembengkakan. 

Pada kasus keputihan tidak normal, keputihan dapat muncul disebabkan jamur, bakteri, parasit, atau infeksi. Dokter akan melakukan penanganan medis sesuai dengan penyebabnya. Umumnya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi keputihan tidak normal. Untuk membedakan keputihan normal atau tidaknya bisa dikatakan mudah. Keputihan berlebih yang tidak normal dapat menjadi ciri-ciri dari sebuah penyakit reproduksi.

Jika pemeriksaan belum cukup menentukan diagnosis, dokter akan menganjurkan untuk melakukan beberapa tes, seperti:

  1. Tes laboratorium, pada tes ini akan diambil cairan atau lendir vagina untuk sampel yang akan diperiksa apakah ada infeksi jamur, bakteri, dan parasit yang ada.
  2. Tes PAP smear merupakan tes untuk mengambil sampel pada vagina untuk memeriksa kanker serviks dan Human Papilloma Virus (HPV).
  3. Tes pH adalah tes untuk menilai tingkat keasaman cairan keputihan.
  4. Periksa darah untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual.

Keputihan bisa dicegah dengan cara memperhatikan kebersihan vagina dengan baik, aktivitas seksual dengan menggunakan pengaman, memakaian pakaian dalam berbahan katun, membersihkan area vagina dari depan ke belakang, tidak berganti pasangan seksual, jangan gunakan celana yang terlalu ketat, dan masih banyak lagi cara mencegah infeksi pada vagina. Berkonsultasi dengan dokter jika mempunyai keputihan dengan gejala seperti sakit perut, kelelahan, penurunan berat badan, dan meningkatnya frekuensi buang air kecil. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *